Selasa, 15 April 2014

PEMBUATAN PAKAN PELLET

           I. PENDAHULUAN

           Biaya pakan dalam usaha budidaya ikan dibutuhkan sekitar antara 50 - 50% dari total 
           biaya produksi, sehingga perluadanya upaya untuk menahan biaya tersebut, dengan
           membuat pakan sendiri. Untuk mengatasi penyediaan pakan buatan (Pellet) dengan jumlah
           dan kualitas yang baik.

           Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan pellet yaitu :
  1. Pellet harus mudah dicerna oleh ikan.
    Mempunyai kandungan gizi yang cukup, terutama kandungan proteinnya harus diatas 25, selain itu harus juga mengandung lemak. Vitamin, mineral, zat kapur dan karbohidrat.

  2. Pellet harus mempunyai daya apung serta tidak cepat hancur di air.
  3. Pellet harus dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama.
  4. II. PERALATAN DAN BAHAN
    1. PERALATAN
        Peralatan untuk membuat pakan Pellet secara sederhana, praktis dan mudah  
        diantaranya adalah dengan menggunakan gilingan daging yang dimodifikasi, nampan
        plastik, ayakan, gayung plastik, ember plastik, kipas angin dan tmbangan.
    2. BAHAN
        Bahan untuk membuata palakn Pellet terdiri dari dua kelompok yaitu baku pokok dan 
        bahan tambahan (Suplemental feeds). pemilihan bahan baku sebaiknya dipilih :
        - Murah dan mudah diperoleh.
        - Bergizi tinggi.
        - Mudah mengolahnya.
        - Tidak mengandung racun.
    Bahan baku yang dipakai :
    a. Tepung Ikan
        Ciri-ciri tepung ikan yang baik kwalitasnya diantaranya adalah secara visual bersih tidak
        terkontaminasi oleh kutu atau serangga lain berbau khas seperti ikan kering, berwarna
        kuning kecoklatan, kering tidak lembab, tidak bau apek, tengik atau asam.  kandungan
        tepung ikan yang baik mempunyai kadar proten antara 55,70%.
    b. Bungkil Kelapa
        Yaitu ampas kelapa yang sudah dikeringkan dan sudah berbentuk tepung.
    c. Dedak Halus
        Diperoleh dari limbah pabrik penggilingan padi.
    d. Tepung Kedelai
    e. Tepung Jagung
    f. Tepung Tapioka
    Keunggulan Pellet buatan sendiri :
    - Harga menjadi lebih murah bila dibandingkan dengan harga yang kita beli di toko.
    - Selalu dalam keadaan baru.
    - Ikut membantu dalam mengurangi pencemaran akibat limbah pabrik.
    III. CARA PEMBUATAN PELLET
    a. Memprsiapkan bahan baku, menyusun jumlah setiap komponen dan menimbang.
        Dengan susunan formulasi seperti tabel :

     No Bahan
    Pakan
    Knadungan
    Protein
    Kandungan
    Lemak
    II III
     1Tepung Ikan62.99 8.4 352535
     2Tepung Kedelai 36,6 14.30 55 5
     3Bungkil Kelapa 18.46 15.73 15 15 15
     4Tepung Jagung10.40 0.53 10 10 10
     5Dedak Halus 15.58 6.8 30 35 30
     6Tepung Tapioka 2.6 2.6 15 10 10
     7Vitamin

    1 11
     8Mineral

    2 2 2


    b. Mencampur bahan-bahan seperti tepung ikan, tepung kedelai, bungkil kelapa, dedak
        halus,tepung jagung satu wadah hingga merata, pada wadah yang terpisah dicampur
        pula dengan vitamin mix dan mineral mix. Kemudian kedua wadah tersebut dicampurkan
        hingga merata.
    c. Buat perekat dari tepung sagu dengan volume air 500 ml untuk 1 Kg pakan setelah
        merata dan kental kemudian dicampurkan dengan campuran bahan baku seperti pada
        huruf b diatas kemudian diaduk sampai merata.
    d. Membentuk adonan pakan diatas menjadi gumpalan-gumpalan untuk memudahkan  
        dalam proses pencetakan pellet.
    e. Pencetakan pelet dengan mesin/alat pellet disesuaikan dengan piringannya dengan  
        diameter pellet yang dikehendaki.
    f.  Pengiriman pellet bisa dengan menggunakan oven 600C selama 24 jam atau diangin-
        anginkan/dijemur hingga kering.
    g. Mengemas pakan dan menyimpannya ditempat dingin dan kering.
    Khusus untuk ikan patin pemberian pakan/hari untuk 1000 ekor bisa dilihat dari contoh berikut :
    - Untuk masa pemmeliharaan :
    - 4 Bulan pellet apung
    - 2 Bulan tenggelam.

    SUMBER : DINAS PERTANIAN, PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KEHUTANAN KOTA JAMBI

Teknik Ternak Ikan Lele Mulai Dari Pendederan Sampai Pembesaran

Budidaya Lele merupakan salah satu budidaya agribisnis yang perlu mendapat perhatian serius. Selain karena permintaan pasar untuk ikan lele sangat tinggi, baik konsumsi nasional maupun ekspor, budidaya lele juga bisa dilakukan di lahan sempit.

Pendederan - Budidaya Lele
Budidaya lele tahap ini merupakan teknik budidaya lele untuk membesarkan bibit ikan lele berukuran 1-3 cm menjadi bibit ikan lele berukuran 3-5 cm dengan waktu budidaya selama 2-3 minggu.

Penebaran Bibit - Budidaya Lele Pendederan
Penebaran bibit ikan lele pada fase ini sangat rentan terhadap kematian, terutama diakibatkan stress maupun luka saat penangkapan atau pengangkutan. Padat penebaran antara 500-750 ekor/m2.  Sehingga untuk kolam budidaya lele seluas 10 m2 bisa ditebar bibit sebanyak 5.000-7.000 ekor. Penebaran bibit ikan lele harus dilakukan dengan sangat hati-hati, berikut cara penebaran bibit ikan lele untuk mengurangi resiko stres dan luka :

    Pemindahan dilakukan pada pagi hari atau sore hari pada saat suhu air belum terlalu tinggi.
    Pengambilan bibit ikan lele menggunakan jaring berukuran rapat serta lembut.
    Bibit ditempatkan menggunakan wadah yang sudah diisi air dari kolam penebaran larva.
    Setelah wadah cukup penuh, bibit segera dipindah ke kolam penebaran dengan hati-hati. Wadah dimasukkan dalam kolam pendederan sampai air kolam masuk ke dalam wadah. Dengan cara demikian bibit akan berenang keluar dari wadah dengan sendirinya.

Pengaturan Air - Budidaya Lele Pendederan
Kualitas air kolam pendederan perlu dijaga, cara paling efektif adalah penggunaan air mengalir sistem paralon secara kontinyu dengan debit air tidak terlalu besar.

Pada budidaya lele pendederan, kualitas air tidak terlalu cepat menurun. Hal ini dikarenakan ukuran ikan masih sangat kecil, sehingga kotoran yang ditimbulkan belum begitu banyak. Pakan tambahan diberikan dalam jumlah sedikit, berbentuk tepung untuk menopang pertumbuhannya, sehingga tidak menimbulkan endapan sisa pakan yang bisa menurunkan kualitas air.

Pemberian Pakan Tambahan - Budidaya Lele Pendederan
Bibit ikan lele berukuran 1-3 cm belum dapat makan pelet dalam bentuk butiran. Pada minggu pertama tidak perlu diberikan pakan tambahan. Bibit ikan lele akan memakan pakan alami yang tersedia di kolam, seperti plankton, kutu air (Daphnia sp.) atau cacing sutra (Tubifex sp.) Untuk itu, diusahakan agar kolam mengandung banyak pakan alami, misalnya dengan pemberian pupuk kandang fermentasi. Pada minggu kedua sampai ketiga perlu diberi pakan tambahan dalam bentuk tepung. Pakan diberikan sebanyak tiga kali, yaitu pagi, menjelang sore serta malam hari. Pemberian pakan dilakukan sedikit demi sedikit, sampai tidak ada lagi bibit ikan lele yang mengejar pakan.

Pengendalian Hama dan Penyakit - Budidaya Lele Pendederan
Hama pada budidaya lele pendederan meliputi, ular, burung, kadal, serta katak. Sehingga harus dicegah hama tersebut masuk ke dalam kolam. Pencegahan dapat dilakukan menggunakan anyaman bambu untuk menutup permukaan kolam. Selain itu juga harus dilakukan sanitasi di areal kolam, agar kedatangnya dapat ditekan. Bila hama telah terlanjur masuk, harus segera dikeluarkan dari kolam.

Pencegahan penyakit bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan air serta pengaturan pH air. Usahakan agar pH air berkisar 6,5-6,8. Apabila pH air terlalu rendah, bisa ditambahkan kapur pertanian secukupnya. Pengukuran pH air bisa menggunakan kertas lakmus atau pH tester.

Apabila bibit ikan lele menunjukan tanda-tanda terserang penyakit terutama jamur, bisa diberikan Malachite Green Oxalite 1-5 ml atau Methylene Blue 10 ml per 1 meter kubik air.

Seleksi Bibit Ikan Lele
Setelah berumur 18 hari bibit diseleksi untuk menggunakan ayakan bibit ukuran 3-5 cm. Bibit-bibit yang telah mencapai ukuran 3-5 cm dapat dipanen untuk dibesarkan pada Pendederan tahap kedua, atau  bahkan dapat langsung dijual. Bibit ikan lele tersebut merupakan bibit berkualitas tinggi karena memiliki keceptatan pertumbuhan yang baik.

Seleksi kedua dilakukan saat bibit telah dipelihara selama 21 hari. Kualitas bibit ini sedikit di bawah bibit hasil seleksi pertama. Bibit yang tidak lolos seleksi pertama dan kedua merupakan bibit sisa. Bibit ini dapat terus dibesarkan hingga mencapai 3-5 cm. Akan tetapi kualitas bibit sisa ini tidak begitu baik.

Pada Pendederan tahap kedua tidak beda jauh dengan pendederan tahap pertama, hanya kepadatan penebaran harus dikurangi menjadi 250-300 ekor/m2

Pembesaran - Budidaya Lele

Budidaya Lele Pembesaran Dalam Kolam Terpal
Pada dasarnya metode budidaya lele sistem kolam terpal merupakan solusi untuk beberapa kondisi antara lain lahan sempit, modal kecil serta solusi untuk daerah minim air. Ikan lele merupakan ikan yang memiliki beberapa keistimewaan dan banyak diminati orang.

Budidaya lele tergolong mudah. Selain tidak memerlukan air dalam jumlah banyak, ikan lele juga relatif tahan terhadap penyakit. Pengaturan suhu air dan pemberian pakan cukup merupakan kunci keberhasilan budidaya lele. Selain lebih mudah dipelihara, ikan lele juga cepat dalam pertumbuhannya. Dengan kondisi air “buruk” ikan lele mampu bertahan hidup dan berkembang baik, dengan demikian solusi pemeliharaan lele dalam kolam terpal menjadi alternatif yang perlu dicoba. Budidaya lele dumbo sistem kolam terpal mendatangkan peluang usaha yang cukup menjanjikan dan tidak memerlukan modal usaha besar. Analisis budidaya Lele dapat dilakukan dalam berbagai model untuk konsumsi dan pembibitan. Budidaya lele pembesaran merupakan upaya memelihara ikan Lele sampai ukuran layak konsumsi. Biasanya dari berat 1 ons sampai 1 kg per ekor.

Persiapan Pembuatan Kolam Terpal – Budidaya Lele Pembesaran

Persiapan untuk budidaya lele dengan kolam terpal meliputi persiapan lahan kolam, persiapan material terpal, serta persiapan perangkat pendukung. Lahan yang perlu disediakan disesuaikan dengan keadaan maupun kapasitas budidaya lele. Untuk budidaya lele pembesaran sampai tingkat konsumsi bisa digunakan lahan dengan ukuran 2 x 1x 0.6 meter. Model pembuatan kolam dapat dilakukan dengan menggali tanah kemudian diberi terpal atau membuat rangka dari kayu kemudian diberi terpal. Cara pertama membuat terpal tahan lebih lama.

Penebaran Bibit Ikan Lele – Budidaya Lele Pembesaran

Pengisian air dilakukan secara bertahap. Saat penebaran pengisian air hanya setinggi 40 cm agar bibit ikan lele tidak terlalu sulit mengambil oksigen.  Penebaran bibit pada budidaya lele dalam kolam terpal yaitu bibit ikan lele berukuran 5-7 cm dengan kepadatan 40 ekor/m2. Waktu pemeliharaan antara 2-4 bulan, tergantung pada ukuran panen yang dikehendaki.

Pemeliharaan Ikan Lele – Budidaya Lele Pembesaran
Pada umur tujuh hari ketinggian air ditambah menjadi 50 cm. Ada baiknya disediakan rumpon atau semacam perlindungan untuk lele. Karena lele merupakan ikan yang senang bersembunyi di daerah tertutup.

Pemberian pakan dilakukan sehari tiga kali, yaitu pagi, siang, dan sore hari. Pakan diberikan sedikit demi sedikit sampai tidak ada lagi lele yang mengejar pakan. Jika di lingkungan tersedia pakan alami seperti bekicot, kerang, keong emas, rayap dll, bisa diberikan makanan alami tersebut. Makanan alami selain bisa menghemat pengeluaran juga memiliki kandungan protein tinggi sehingga pertumbuhan ikan lele lebih cepat.

Penggantian air dilakukan seminggu sekali, kurang lebih 10-30% dari volume air kolam, agar kolam tidak terlalu kotor serta untuk mengurangi serangan penyakit. Penyakit pada ikan lele mudah menyerang pada air dalam kondisi kotor. Pada usia satu bulan dilakukan seleksi ikan lele. Biasanya ikan lele mengalami pertumbuhan yang tidak sama, sehingga jika tidak dipisahkan lele dengan ukuran kecil akan kalah bersaing dalam berebut makanan. Selain itu, pisahkan jika ada ikan yang terindikasi terserang penyakit agar tidak menular.

Pada usia dua bulan lele telah siap untuk konsumsi atau jika menghendaki ukuran lebih besar, budidaya lele bisa dilakukan selama 3-4 bulan.
Sumber : http://petunjukbudidaya.blogspot.com/2013/02/budidaya-lele.html


Kondisi Air di Kolam Lele

BEBERAPA WARNA AIR PADA KOLAM
Menurut kami ada tiga warna air yang yang mempengaruhi pertumbuhan lele :

Gambar 1 : Kolam Dengan Warna Air Hijau Kuning

Gambar 2 : Kolam Dengan Warna Air Hijau


Gambar 3 : Kolam Dengan Warna Air Hijau Biru

Warna - warni air diatas berubah pada saat seiring pertumbuhan ikan lele. Dimana pada Gambar 1 kondisi kolam kosong dan mau proses penebaran benih, Gambar 2 kodisi kolam terisi dengan umur lele mendekati remaja dan Gambar 3 kondisi kolam terisi dengan umur lele remaja akhir mendekati masa - masa panen. Salah satu penyebab awal terjadinya perubahan warna air pada kolam - kolam tersebut  adalah tidak terlepasnya penggunaan pupuk organik dan keadaan kondisi lahan. Warna - warni air tersebut merupakan salah satu penyebab pertumbuhan ikan lele yang sangat cepat berdasarkan salah satu peneliti Bapak Ir.  Syarif Bastaman, Msc peneliti lulusan dari Inggris. Ciri - ciri ikan lele yang dihasilkan adalah : 

1. Daya tahan ikan lele kuat
2. Daya rangsang makan ikan lele tinggi
3. Pertumbuhan ikan lele cepat
4. Warna ikan lele mengkilat dan jelas, 
5. Rasa ikan lele lebih gurih dan 
6. Ikan lele lebih gemuk serta berbobot.
 
Sumber : http://uppb-pujipa.blogspot.com/2012/04/kondisi-air.html


Teknik Pengayaan

Teknik Pengayaan 

Teknik pengayaan ini bertujuan untuk mengkelompokan besar ukuran ikan lele untuk ditaruh pada satu kolam yang sama. Dimana didalam masa panen nantinya agar ukuran ikan lele menjadi sama dan dapat diterima semua di pasar, dibawah ini gambar teknik pengayaan yang kami lakukan :
 Gambar 1 : Pengambilan ikan lele dengan media trol

Sebelum melakukan pengayaan kita ambil ikan lele yang sudah mendekati remaja dengan cara trol, hal ini dilakukan dengan pertimbangan tingkat kepadatan, ruang gerak dan ukuran ikan lele supaya pertumbuhan ikan lele tersebut lebih cepat.

 Gambar 2 : Teknik Pengayaan dengan menggunakan seser ( ukuran tertentu )

Teknik pengayaan dengan menggunakan seser ini bertujuan agar mempermudah mengetahui ukuran ikan lele. Dimana ukuran lubang seser ini dibuat sesuai dengan ukuran ikan lele yang mau diambil, sehingga ikan lele yang ukuranya kurang atau tidak sesuai akan keluar sendiri.

 Gambar 3 : Teknik Pengayaan dengan cara sortir

Teknik Pengayaan juga bisa dilakukan dengan cara sortir tapi hal ini terlalu banyak membutuhkan waktu yang dapat menyebabkan kelelahan ikan lele tersebut sehingga dapat menimbulkan kematian.  Teknik sortir ini kami lakukan setelah menggunakan teknik pengayaan dengan mendia seser, hal ini dilakukan hanya untuk mencari beberapa ukuran ikan lele yang terlewatkan.

Gambar 4 : Pemindahan  ikan lele hasil pengayaan ke kolam kosong

Setelah proses pengayaan dilakukan kita pindahkan ikan lele dengan ukuran yang sama ke kolam yang kosong atau yang tersedia ( sesuai ukuran ).
 
Sumber : http://uppb-pujipa.blogspot.com/


Cara Mengobati Penyakit Pada Ikan Lele Secara Mudah

Penyakit pada ikan lele dan jenis ikan air tawar lain seperti gurame, nila maupun ikan mas bisa disebabkan oleh bakteri dan cacing. Cara mengobati penyakit ikan harus benar-benar teliti artinya ketahui dulu penyebabnya baru mencari obat. Usaha budidaya ikan air tawar memang tidak lepas dari masalah penyakit yang menyerang. Tidak usah khawatir, semua penyakit pasti ada obatnya.
jenis penyakit pada ikan lele

Budidaya ikan lele baik jenis dumbo atau lokal memang menguntungkan. Dengan modal kecil, anda bisa mendapat untung berlipat. Usaha sampingan ini bisa dijalankan dengan kolam organik (tanah) atau kolam terpal. Banyak jenis penyakit pada ikan lele yang bisa merugikan, olah karena itu harus langsung diobati secepatnya.

Cara mengatasi penyakit pada ikan secara mudah dan cepat harus dicermati dulu tanda-tandanya. Jika anda sudah yakin jenis penyakit yang menyerang lele, barulah memulai proses pengobatan.

Jenis Penyakit Pada Ikan Lele Dan Cara Mengobati Penyakit Ikan

  1. Penyakit jamur pada ikan
    Penyakit yang disebabkan jamur (cendawan) umumnya menyerang ikan air tawar pada kolam organik. Penyakit pada ikan lele ini tidak menyerang lele yang sehat namun hanya menyerang ikan yang sedang sakit atau terluka serta dalam kondisi lemah.

    Ciri-cirinya muncul serabut putih seperti kapas di sekitar bagian tubuh ikan yang terluka. Penyakit jenis ini juga bisa terdapat pada semua jenis ikan air tawar.

    Bahan-bahan :
    • Garam dapur komposisi 1 kg per 25 m2
    • 5 liter air bersih
    • 1 botol cuka
    Campurkan semua bahan di atas kemudian taburkan secara merata pada kolam ikan organik milik anda. Ramuan obat di atas juga bisa digunakan untuk mengatasi penyakit pada ikan air tawar lain.

  2. Penyakit bintik-bintik putih
    Bintik putih (Ichthyophthirius multifiliis) merupakan jenis penyakit yang umum diderita ikan air tawar. Penyebabnya adalah protozoa Ichthyopthirius yang muncul pada kolam yang sudah lama tergenang air.

    Ciri-cirinya yaitu munculnya bintik-bintik putih pada kulit dan insang serta bisa menyebabkan kerusakan parah pada bagian tersebut.

    Untuk menyembuhkan penyakit pada ikan lele berupa bintik putih, perbaiki sistem sanitasi kolam agar tidak menular ke ikan lain. Kemudian taburkan garam dapur ke kolam selama 2 – 3 kali secara berturut-turut.

  3. Penyakit cacar pada ikan
    Tanda-tanda ikan terkena penyakit cacar adalah timbulnya borok pada badan ikan kemudian rusaknya hati, limpa dan daging. Penyakit pada ikan lele ini disebabkan oleh bakteri Aeromonas dan Pseudomonas.

    Untuk mengobati cacar pada ikan air tawar caranya tumbuk daun pepaya mentah dan tambahkan 10 kg garam kemudian taburkan di kolam.

  4. Penyakit cacing pipih
    Penyakit pada ikan lele berikutnya adalah cacing pipih yang menyebabkan menurunnya nafsu makan serta sering muncul ke permukaan air. Parasit ini merusak insang dan kulit sehingga membuat pernapasan ikan terganggu, keluarnya lendir, warna ikan pucat dan sirip menguncup.

    Cara mengatasi penyakit pada ikan yang terserang cacing pipih bisa dilakukan dengan mengganti air dalam jumlah besar kemudian menaburkan garam halus ke kolam. Atau bisa juga merendam ikan yang sakit dengan larutan kalium permanganate (PK) konsentrasi 0,01% selama 30 menit.

  5. Penyakit parasit pada ikan
    Penyakit ini menyerang insang ikan air tawar, ditandai dengan sering berputar-putar serta menggantung pada permukaan air. Cara mengobati penyakit ikan ini dengan merendam ikan di larutan formalin konsentrasi 15 – 20 ppm.

Berbagai penyakit pada ikan lele dan air tawar lainnya di atas bisa saja menyerang ternak ikan anda. Usaha budidaya ikan memang menguntungkan meskipun banyak penyakit yang bisa menyerang ikan. 
 
Sumber : http://matausaha.blogspot.com/2013/07/cara-mengobati-penyakit-pada-ikan-lele.html

Jenis Pakan Lele dan Aturan Pemberian Yang Benar

Dalam ternak lele, sudah merupakan hal yang wajib untuk mengerti dan memahami jenis pakan lele yang beredar di pasaran. Pakan merupakan hal terpenting dalam hal budidaya ikan lele dan ternak apapun itu. Jika kita sembrono dalam pemberian pakan yang baik bagi lele, kita tidak akan mencapai target produksi yang kita inginkan, meskipun benih yang kita ternak adalah benih lele kualitas super maupun lele konsumsi. Disamping pemilihan lokasi budidaya dan kondisi air, pakan adalah faktor penentu utama dalam pertumbuhan ikan lele. Pakan lele yang baik yang dibarengi dengan frekuensi aturan pemberian pakan yang tepat akan sangat menguntungkan bagi siapapun yang membudidayakan. Untuk itu, akan kami jelaskan beberapa jenis pakan lele yang banyak digunakan oleh para pembudidaya.

Jenis Pakan Lele

  • Pelet - Jenis pakan pertama dan paling banyak digunakan adalah pakan berbentuk pelet. Pelet adalah pakan buatan yang diproduksi oleh pabrik. Dan komposisinya mengandung campuran dari berbagai macam tepung (terigu, ikan, tulang, daging) bungkil kedelai dan kelapa, mineral, dedak, minyak dan tambahan macam - macam vitamin yang dibutuhkan ikan lele. Ada dua jenis pelet yang beredar di pasaran dan sudah dikenal luas oleh masyarakat, yaitu pelet apung dan pelet tenggelam. Keduanya mempunyai sifat yang berbeda namun sangat disukai lele. Banyak perusahaan pertanian di Indonesia yang memproduksi pelet ikan lele. Kita dituntut untuk lebih selektif dalam memilih pelet yang paling cocok untuk budidaya ikan lele milik kita sendiri. Pelet yang diberikan haruslah mengandung protein yang tinggi. Biasanya pelet apung mengandung lebih banyak protein daripada pelet tenggelam. Nah, itulah mengapa dalam budidaya ikan lele pelet tenggelam hanya diberikan menjelang akhir masa panen.
  • Pakan Tambahan - Pakan jenis ini banyak digunakan untuk pembesaran dan meminimalisir biaya produksi. Pakan tambahan tidak disarankan untuk diberikan terlalu banyak. Pakan tambahan diberikan paling tidak sepuluh hari menjelang masa panen. Dengan memberikan pakan tambahan, banyak peternak lele berpengalaman yang mengurangi takaran pelet tenggelam di pekan terakhir saat panen. Adapun jenis pakan tambahan sangat bervariasi, itu juga tergantung pada sulit tidak nya pakan tersebut didapatkan oleh peternak lele. Pakan tambahan yang sering digunakan oleh para peternak adalah ayam tiren, ikan runcah dll. Hal yang terpenting adalah pakan tersebut tetap memiliki kandungan protein yang tinggi dan memiliki gizi yang cukup sehingga dapat memaksimalkan pertumbuhan ikan lele. Namun kita juga tidak boleh lupa mengenai kebersihan pakan. Pakan tambahan juga banyak mengandung penyakit, sehingga wajib untuk dibersihkan terlebih dahulu.
  • Pakan Alami - Pakan alami adalah pakan yang berasal dari alam yang mengandung banyak protein tinggi. Sangat sesuai untuk mempercepat pertumbuhan ikan lele. Berbagai jenis pakan alami lele antara lain cacing sutera. Cacing sutera sangat cocok untuk lele dalam proses pembenihan.Sangat baik untuk digunakan sebagai pakan lele / benih lele umur 4 hari sampai 13 hari. Sedangakan pakan alami yang lain yang dapat diberikan adalah plankton, uget-uget/cuk, kutu air dan mikroorganisme lain yang dapat hidup dan berkembang di dalam media kolam lele. Karena pertumbuhan mikroorganisme ini tidaklah mudah, maka perlu dilakukan pengomposan/kultur pada kolam perawatan benih tujuannya adalah agar pembesaran agar pertumbuhan mikroorganisme tersebut bisa lebih banyak. Sebaiknya kita tidak mengganti air kolam hingga saat panen selesai, kecuali terjadi hal-hal yang mutlak diperlukan seperti jika air mengandung racun atau zat berbahaya bagi ikan. Terutama ikan lele sangkuriang yang sekarang banyak dibudidayakan.

Aturan Pemberian Pakan Lele

  • Pakan Apung
    1. Kita semprotkan sedikit air ke dalam pakan, cukup sampai basah dan tidak becek. Setelah itu kita aduk merata dan kita biarkan sekitar 20 menit sampai pakan menjadi agak kenyal dan siap tebar.
    2. Kita tebar pakan secara merata di media ikan lele sedikit demi sedikit sehingga kita dapat mengetahui seberapa cepat lele menghabiskan pakana tersebut.
    3. Kita tebar terus pelet hingga ikan lele kenyang
    4. Kita hentikan pemberian pakan jika ikan terlihat melambat dan terlihat kenyang.
  • Pakan Tenggelam
    1. Pakan tidak perlu kita basahi
    2. Kita sebarkan pakan di satu titik hingga ikan kenyang dan kita hentikan saat ikan terlihat lambat saat makan.

Waktu Pemberian Pakan

  • Pemberian pakan yang benar dan disarankan adalah 4 sampai 6 kali sehari
    1. 4x sehari yaitu pukul : 09.00, 13.00, 17.00, 21.00
    2. 6x sehari yaitu pukul : 09.00, 12.00, 15.00, 17.00, 19.00, 21.00
    3. Pemilihan jam terserah pada kita, namun setelah kita memilih salah satu, sebaiknya kita konsisten untuk menggunakan pilihan tersebut seterusnya.

Larangan Dalam Pemberian Pakan

  • Jangan terlalu banyak memberikan pakan. Pakan yang tersisa akan menyatu dengan air menjadi amoniak dan dapat meracuni lele.
  • Jangan mengobok - obok kolam saat lele makan atau sesaat setelah ikan lele menghabiskan makanannya. Lele yang stress akan memuntahkan kembali pakan dan menjadi amoniak di media kolam.
  • Jangan memberi makan lele saat hujan.
  • Jangan memberi makan pada pagi sekali karena insang rawan terkena radang jika terlalu pagi.
Demikian jenis pakan lele dan aturan pemberian pakan yang benar (menurut saya). Terakhir, untuk sukses ternak lele sebenarnya kuncinya adalah pakan. Dengan memperhatikan pola makan yang benar maka ikan lele akan selalu sehat dan dapat tumbuh sesuai dengan keinginan kita. Namun sebaliknya, jika kita meremehkan pola pemberian pakan, maka kita juga akan merasakan akibatnya. Walaupun lele tergolong ikan yang kuat bertahan di berbagai media dan pakan, jika kita lalai akan merugikan kita sendiri, terutama bagi anda yang sedang getol budidaya ikan lele untuk konsumsi maupun pembenihan.
 
Sumber : http://www.usahaternak.com

Cara Perawatan Bibit Lele Unggul

Setelah sebelumnya saya membahas hal - hal mendasar mengenai ikan lele, sekarang kami akan berbagi ilmu yang lebih dalam lagi, yaitu tentang bibit lele. Bagaimana merawat benih lele? Sulit atau gampang?. Seperti kita ketahui merawat anakan ikan lele tidaklah semudah itu. Mulai dari proses penetasan hingga masa panen banyak parameter yang harus diperhatikan dengan seksama. Tujuan dari perawatan bibit lele yang optimal adalah supaya hasil produksi pada saat panen dapat ditekan setinggi-tingginya. Karena ternak lele bukan hanya soal masalah penjualan saja, dengan memiliki indukan dan anakan sendiri, maka keuntungan yang bisa kita dapatkan akan berlipat.
bibit lele dan cara perawatan benih images | ternak kenari, ternak kambing, ternak bebek, ternak lele, budidaya ikan lele, ikan hias, gambar ikan | Ternak Pintar
Bibit Lele Unggul Banyak Didambakan Peternak Lele
Tips merawat bibit lele yang akan saya berikan ini saya buat setahap demi setahap berdasarkan taraf usia benih lele tersebut semenjak penetasan. Bagi anda pemula yang baru merintis untuk menjadi peternak ikan lele, tips ini sangat mudah dipahami. Anda disarankan untuk dapat mencatat poin - poin penting apa yang anda dapatkan pada saat praktek. Dengan memperhatikan detail kecil dalam perawatan, kita dapat mempertahankan atau bahkan menciptakan bibit lele unggul anda. Berikut tipsnya ;

Bibit Lele Umur 1 - 4 hari

Hari ke-1 hingga ke-4 adalah hari yang paling rawan/kritis bagi anakan ikan lele. Karena parameter air yang berubah - ubah dapat menyebabkan anakan menjadi stress dan bisa mati. Oleh karena itu kita perlu memperhatikan kualitas dan suhu air dengan seksama sebagai prioritas utama dalam perawatan bibit lele. Untuk itu, pada paralon keluarnya air, sebisa mungkin kita lapisi dengan kain atau saringan tipis agar anakan tidak ikut tersedot ke lubang air. Selanjutnya setelah air kita perhatikan, perlu kita kultur atau kita suburkan dengan plankton / makhluk renik kecil sebagai makanan sampingan. Bibit lele usia 1-4 hari masih mendapatkan nutrisi yang cukup dari egg yolk/kuning telurnya sebagai makanan utama.

Bibit Lele Umur 5 - 15 hari

Untuk merawat benih yang sudah melewati hari ke-4 yang kuning telurnya sudah habis. Sekarang pemberian pakan sudah relatif mudah. Tidak perlu lagi kita kultur bakteri dan plankton di media. Cukup kita penuhi kebutuhan gizi anakan lele dengan cacing darah / bloodworm atau cacing sutra. Kita tebarkan secukupnya secara merata dan jangan terlalu banyak dua kali sehari. Tetap perhatikan kondisi air dan media. Jika dirasa sudah berbau dan mulai banyak kotoran mengendap di dasar kolam, maka sifon air setengahnya dan ganti dengan air yang baru. 50% air cukup, 70% lebih baik.

Bibit Lele Umur 15 - 25 hari

Setelah lewat dua minggu pertama, anakan lele sudah bisa kita kenalkan dengan pelet ikan lele. Yaitu pelet serbuk. Disarankan untuk diberikan 4x sehari sebanyak 30% dari benih. Untuk takaran sesuaikan dengan kondisi lele, jika masih lahap berarti perlu kita perbanyak. Kita juga dapat memberikan sedikit demi sedikit namun terus menerus, tapi jangan sampai melebihi takaran yang sudah kita buat. Teknik pakan ini sudah sangat umu digunakan oleh orang-orang yang ternak lele. Bibit lele pada usia menjelang satu bulan sudah mulai besar dan jika kita lupa melihat kepadatan kolam, maka akan terjadi kanibalisme dan kurangnya nutrisi dalam air. Oleh karena itu kita siapkan media/kolam yang selanjutnya untuk memindahkan bibit dan mengurangi kepadatan pada media dan bibit ikan lele dapat tumbuh optimal.

Bibit Lele Umur 25 - 30 hari

Benih ikan lele sudah dapat kita berikan pakan berupa pelet berukuran kecil F-1000. Pemberian pakan yang dianjurkan adalah 3x sehari. Benih yang tumbuh besar dengan cepat hendaknya kita seleksi dan kita pindahkan ke kolam yang baru demi menghindari persaingan dengan anakan lele yang berukuran jauh lebih kecil. Itu juga berguna untuk menghindari kolam yang sudah terlalu padat oleh bibit ikan lele.

Bibit Lele Umur 30 - 40 hari

Proses ini sudah bisa disebut pemanenan. Yaitu proses seleksi total bibit lele yang berukuran lebih besar. Seleksi dapat kita lakukan beberapa kali sehari dengan melihat ukuran lele. Usahakan untuk menyeleksi pada pagi hari dan sore hari agar ikan tidak merasa terancam dan menghindari stress akibat kahadiran manusia . Dan untuk pakan pelet kecil sudah bisa kita naikkan menjadi F-999. Lele berukuran 5-6 sudah bisa kita dapatkan saat itu.

Demikian tadi beberapa tips seputar perawatan bibit lele secara garis besar yang telah saya coba. Semoga dapat menjadi pelajaran yang berguna bagi kita. Anda bisa mencoba hal - hal lain sebagai inovasi jika itu dapat lebih memudahkan anda dalam merawat benih ikan lele. Jangan lupa catat hal - hal kecil yang anda rasa kurang, karena hal itu adalah pengalaman yang berharga bagi kita fokus dalam beternak lele.

Sumber : http://www.usahaternak.com

Cara Memilih Bibit Lele Sangkuriang Yang Berkualitas Bagus

Ciri-ciri Bibit Ikan Sangkuriang Lele Yang Baik 

Kesuksesan bisnis ikan lele sangat bergantung pada kualitas bibit yang dipilih, semakin baik bibit maka semakin kecil resiko kerugian yang akan ditanggung. Pergerakan bibit lele yang lincah, jika bibit lele terlihat lemas dan kurang pergerakan atau pergerakannya hanya maju mundur saja maka sebaiknya ikan lele ini tidak dibeli. Pergerakan yang lincah yang dimaksud disini adalah gerakan berenang yang aktif dan sangat responsive. Permukaan badan yang mulus dan sewarna, jika anda menemukan bibit lele yang permukaan kulitnya lecet-lecet sebaiknya bibit ini jangan dibeli. Bibit lele yang baik memilii warna tubuh yang sewarna (umumnya cokelat tua atau hitam kemerah-merahan). arah pergerakan bibit ikan lele
Mampu bergerak melawan arus yang lembut, cara menentukan hal ini terhadap bibit lele adalah dengan memiringkan wadah bibit ikan lele secara perlahan, jika secara umum atau sebahagian besar bibit bergerak melawan arus yang tercipta maka dapat disimpulkan bibit tersebut dalam keadaan baik. Sebaliknya sebagian besar bibit ikan lele langsung terbawa arus maka sebaiknya bibit ini jangan dibeli.
Semakin sempurna bagian-bagian tubuh bibit lele maka semakin baik nilai bibit tersebut. Jangan membeli bibit lele yang cacat atau ada bagian dari tubuh yang tidak sempurna.
Cara Mendapatkan Bibit Ikan Lele Berkualitas Bagus  
 Untuk mendapatkan bibit ikan lele berkualitas bagus sebaiknya memperhatikan beberapa hal :
1.  Tempat Membeli Bibit Ikan Lele Berkualitas Bagus
2.  Jenis dan  Kualitas Indukan Bibit Lele
Bibit lele yang  berkualitas biasanya dihasilkan dari indukan lele yang  jenis dan  kualitasnya terjamin. Selain pentingnya tata cara dan  perawatan ikan lele, faktor genetika juga sangat berpengaruh besar dlm pertumbuhan dan  daya tahan bibit ikan lele yang  akan dibudidayakan, sehingga  wajib bagi kita utk mengetahui jenis dan  kualitas indukan bibit lele yang  akan budidayakan.
3. Kesehatan Bibit Ikan Lele
Kesehatan bibit ikan lele merupakan faktor penting dlm memilih bibit lele yang berkualitas bagus. Meskipun bibit lele dihasilkan dari indukan ikan lele yang  berkualitas namun terkadang tata cara pemijahan dan  perawatan benih stlh penetasan yang  tidak baik mengakibatkan turunnya kualitas bibit lele. Bibit lele yang  kurus dan  hanya besar kepalanya saja  pertumbuhannya akan lambat, penyebabnya dpt karena penyakit atau ada yang  berpendapat ciri-ciri bibit lele tersebut biasanya berjenis jantan dan  pertumbuhannya lebih lama dari bibit lele betina.
bibit lele yang bagus biasanya dibeli dari pasar atau peternak lele (yang memproduksi benih).jika kita sendiri punya lahan sangat luas, bisa membeli 3-4 pasang induk yang siap bertelur (harga mungkin sekitar 100 ribu per pasang), sekali bertelur jumlahnya bisa mencapai ratusan ribu sangat banyak, jika cara merawatnya berhasil banyak yang berhasil hidup dan tumbuh besar, lumayan untuk menjadi bibit lele yang unggul , mungkin butuh kolam ukuran 3x4 m sebanyak 3-4 buah kolam untuk menampung telur.
 
 
Sumber : http://azollamagelang.blogspot.com/

Kamis, 10 April 2014

Media Kolam Terpal Habitat Lele Sangkuriang

KUPAS TUNTAS PEMBUATAN KOLAM LELE SANGKURIANG

Hai kawan sangkuriang bagaimana jika kita mendengar usaha pembudidaya ikan lele ? Pastinya tak lepas dari media apa sih yang digunakan untuk tempat pemeliharaannya ? Nah tentunya pembahasan kali ini sedikit menyinggung tentang media yang digunakan untuk budidaya lele yang sudah terliang nama Sangkuriang sebagai usaha budidaya utama jenis lele ini. Apa pembuatannya sulit dan mahal ? tentunya tidak bagi kami yang sudah membuktikannya sendiri. Banyak macam-maacam media yang digunakan sebagai tempat budidaya ikan lele, antara lain : Media kolam tanah, Media kolam permanen (batu kumbung), Media kolam terpal dan media kolam drum. Nah untuk kali ini kawan sangkuriang lebih efisien dan baik saat pemanenan kita gunakan media kolam terpal saja.
Media kolam terpal yang sudah kami buktikan sungguh efisien dan jangka penggunaannya pun minimal 1 tahun penggunaan. Proses pembuatan kolam terpal ini saya ambilkan contoh. Sebelumnya inilah rincian biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan 1 kolam ikan lele dan cara-caranya sampai panen.


Rincian pembuatan 1 kolam sebagai berikut :
1.    Terpal ukuran 4 x 6 (meter) untuk kolam jadi ukuran 2 x 4 (meter)
Jika Terpal ukr. 4 x 7 (meter) untuk kolam jadi ukuran 2 x 5 (meter)
Kisaran harga ukr. 4 x 6 = Rp. 130.000 dan ukr. 4 x 7 = Rp. 150.000
2. Kayu (jati diutamakan) / bambu sebagai patok dengan diameter antara 10-13 cm dan panjangnya 130 cm sebanyak 21-25 buah per kolam atau dengan harga menyesuaikan jika untuk daerah ngambon per sepeda motor = Rp. 40.000
3.    Paku Reng ½ kg         = Rp. 10.000
4.    Kawat sebagai tali ½ kg          = Rp. 15.000
5.    Bambu 8 buah x @ Rp. 10.000          = Rp. 80.000
6.    Sekam padi (berambut padi) 2 sak sebagai dasar atau alas bawah untuk terpal supaya jika diinjak saat panen tidak merusak terpal @ Rp. 5.000 = Rp. 10.000
Hanya sekedar mengingatkan saja bahwasanya nilai nominal itu aadalah taksiran tertinggi, dan itupun bisa berubah sesuai tempat tinggal anda. Dibawah ini adalah tahapan proses sederhana pembuatan kolam lele yang mungkin bisa membantu anda.



Pengukuran dan penggalian sekitar 20-25 cm

Siapkan Patok yang ada dengan ukuran 1,3 m
Tancapkan patok sesuai dengan ukuran kolam
Kerangka kolam sudah jadi tinggal pasang terpalnya
  

Kolam terpal sudah siap
Isi air pertama setinggi 40-45 cm dan masukkan kompos kotoran kambing dalam sak
Benih lele dimasukkan dan atas beri 2 buah daun pisang untuk adaptasi
Umur benih lele 3 minggu
Pemberian pakan 4 kali dalam sehari
Lele siap panen umur 2,5 bulan

Panen lele dengan sistem tebas

Tunggu Tips selanjutnya untuk perawatannya yaa…..!!! Selamat Mencoba dan sukses ya !!
Sumber :
By : Didik Setiawan_Paguyuban Lele Sangkuriang Regaz 
( http://www.didiksetiawan.my.id )